Kontribusi Nyata Akademisi: Dosen Manajemen UAD Perkuat Dewan Pengupahan Kabupaten Bantul dalam Penentuan UMK 2026

YOGYAKARTA – Program Studi Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam pengabdian masyarakat dan kebijakan publik. Bagus Gumelar, S.E., M.M., dosen tetap Prodi Manajemen UAD, terlibat aktif sebagai unsur pakar akademisi dalam Dewan Pengupahan Kabupaten Bantul untuk merumuskan kebijakan Pengupahan.
Keterlibatan aktif ini diwujudkan dalam agenda penting Sidang Pleno Perumusan Usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bantul Tahun 2026 serta Penandatanganan Nota Kesepahaman yang diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu, 19-20 Desember 2025. Bertempat di Hotel Burza, Yogyakarta, sidang ini menjadi ruang krusial bagi para pemangku kepentingan untuk menentukan arah kesejahteraan ekonomi masyarakat Bantul setahun ke depan.
Sebagai perwakilan akademisi, Bagus Gumelar hadir untuk memberikan perspektif objektif dan berbasis data ilmiah. Peran pakar dalam dewan ini sangat vital untuk menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak. Di satu sisi, kebijakan harus mampu meningkatkan kesejahteraan dan daya beli buruh, namun di sisi lain tetap harus menjaga stabilitas iklim investasi serta kapasitas produksi para pengusaha.
“Kehadiran akademisi di luar kampus adalah wujud nyata kontribusi untuk negeri. Kami berupaya memberikan kajian yang netral dan solutif agar tercipta kebijakan upah yang seimbang, mempertimbangkan indikator ekonomi makro seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap perwakilan dari Prodi Manajemen UAD tersebut.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi harmonis antara empat pilar utama: pemerintah, pengusaha, serikat buruh, dan akademisi. Dengan semangat kolaborasi, Dewan Pengupahan Kabupaten Bantul optimistis bahwa usulan UMK yang dihasilkan akan menjadi solusi yang tepat bagi pembangunan ekonomi yang inklusif di wilayah Bantul.
Melalui partisipasi ini, Prodi Manajemen UAD membuktikan komitmennya dalam mendukung kebijakan publik yang transparan dan akuntabel, sekaligus mempertegas eksistensi dosen UAD sebagai insan akademis yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


a
The Faculty of Economics and Business of Ahmad Dahlan University held community service in Saradan Hamlet, Terong Village, Dlingo Subdistrict, Bantul Regency, Yogyakarta on Sunday, May 6, 2017. The second stage of the Pre-cooperative implementation was carried out by Ahmad Dahlan University Management lecturers and in collaboration with the Agency Student Executive of the Faculty of Economics and Business, Ahmad Dahlan University. This activity was carried out after the first pre-cooperative namely on November 4, 2017. The focus of the pre-cooperative activities stage 2 this time was a mapping of the formation of cooperatives in Saradan Hamlet.
then the second speaker was filled by Mr. Muhammad Ali Fikri, SE., M.Sc with the material presented about village potential mapping which would later be useful as a means of supporting cooperative mapping, and the last one was delivered by Mr. Suryana Hendrawan, SE, MBA with product potential mapping material that is useful as a supporting identifier of a cooperative established in Saradan Hamlet, Terong Village, Delingo District, Bantul Regency, Yogyakarta. This activity is also expected to be carried out for the next ten months with training agendas by Management lecturers such as financial, marketing, organization, skills, and existing human resources. (Iis)
Salah satu dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Ahmad Dahlan ibu Candra Vionela Merdiana, S.E., M.Sc menjadi pembicara pada acara seminar yang di adakan ,beliau memaparkan tips–tips berwirausaha yang benar, cara berpikir dalam pengembangan usahanya, dengan permasalah yang sering terjadi dan cara mengatasinya. Selain itu beliau memaparkan ketika ingin memulai berwirausaha kita bisa mengembangkan hobi yang dirasa bisa berpotensi.
FMI atau yang sering disebut dengan Forum Manajemen Indonesia adalah forum yang terlahir dari inisiatif pendidikan tinggi negeri maupun swasta yang tersebar dari seluruh Indonesia, berinisiatif secara berkala bertemu dan berdiskusi demi saling menyamakan visi dalam rangka pengembangan ilmu manajemen. Pendirian Forum Manajemen Indonesia didirikan pada Tanggal 10 November 2008, dan telah disahkan dihadapan Notaris Widio Raharja, di Surabaya. Forum ini dibentuk juga karena sekarang ini banyak muncul isu – isu manajemen yang semakin actual dan berbobot pada masa sekarang ini menunjukan betapa pesatnya pertumbuhan ekonomi.
Widowati, P.A., M,Si., Ph,D. sebagai pemateri (UMY), Dr. Zaenal Arifin, M.si. (UII), Forum komunikasi ini dihadiri oleh ±40 peserta dari berbagai universitas meliputi Universitas Ahmad Dahlan sebagai tuan rumah, Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, Universitas Nahdatul Islam Ulama Jepara, Universitas sanata Dharma, Universitas Janabadra Yogyakarta, Universitah Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Widya Yogyakarta, STIE YKPN, Universitas STIE BBANK, Universitas Kristen Duta Wacana, STIE Widya Wiwaha, dan Universitas Atmajaya.
Program Studi Manajamen sebagai pengisi pemateri yaitu ibu Candra Vionela Merdiana, S.E., M.Sc yang menyampaikan pembahasan mengenai aspek produksi, keuangan dan pemasaran,pembekalan KKN ini diikuti oleh ± 30 orang bukan hanya prodi manjemen tetapi prodi lain di Universitas Ahmad Dahlan.
dan uang perusahaan, setiap transaksi dicatat dalam jurnal harian, buku besar, laporan laba-rugi dan neraca, melakukan evaluasi setiap bulan terkait dengan keuangan, yaitu realisasi produksi dan penerimaan, realisasi biaya serta realisasi persediaan, jumlah utang-piutang dan kondisi kas. Pada pembahasan mengenai aspek keuangan juga dijelaskan mengenai contoh perencanaan keuangan, perhitungan ekonomi, contoh perencanaan keuangan, laporan arus kas, penggunaan dana, dan break event point, selanjutnya materi yag terakhir adalah materi mengenai aspek pemasaran mengenai definisi pemasaran salah satunya yang dikemukakan oleh kotler mendefinisikan pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai di dalam pasar. Strategi pemasaran modern menurut kotler (2001) secara umum terdiri dari tiga tahap yaitu: