Menjguangxi-university-nationalities-ancient-architecture-59353499-1elang semester 5 (lima) di Universitas Ahmad Dahlan para mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di negeri China atau yang biasa disebut dengan Negara Tirai Bambu, Universitas Ahmad Dahlan semenjak beberapa tahun lalu telah menjalin hubungan dengan salah satu Universitas di Negeri Tirai Bambu yaitu di Guangxi University. Pada 24 Mei 2016 beberapa mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan yang telah menempuh kuliah di Guangxi University selama dua tahun ini telah dinyatakan lulus diantaranya Nur Aqmarina Gadis, Ratih Purnama Sari, Dwi Kiki Adrianti dan Medriani Eka Putri.

     Mahasiswi – Mahasiswi Ekonomi yang berasal dari Program Studi img-20160819-wa0002Manajemen ini yang telah kembali di Indonesia pada bulan Agustus 2016. Mereka lebih berfikir bahwa China adalah Negara yang paling tepat untuk menuntut ilmu di bidang Ekonomi dan Bisnis dan mereka sangat berterimasihkasih kepada UAD Karena telah menjalin hubungan baik dengan Guangxi University sehingga mereka bisa memiliki kesempatan yang tidak datang dua kali untuk belajar di luar negeri, mengenal dunia luar Indonesia dan mendapatkan dua gelar sekaligus dalam waktu yang singkat dan dengan biaya yang relative terjangkau, karena biaya hidup di Negeri China dan Indonesia bisa dibilang setara.

      Saat ditemui di ruang dekanat Ekonomi Universitas Ahmad Dahlan pada 10 Agustus 2016 mereka mengatakan bahwa “Saat awal di China, saya merasa sulit untuk beradaptasi tapi itu tidak berlangsung lama karena di China orang-orangnya baik dan sangat menghargai perbedaan terutama mengenai keyakinan” ujar Medriani Eka Putri atau yang memiliki nama panggilan di China sebagai “li ai li”.

      Merekaphotogrid_1471672484809 juga merasa dimudahkan karena di China mereka bisa bertemu mahasiswa-mahasiwa Indonesia lainya yang juga menuntut ilmu di China dan membuat komunitas serta mengadakan event yang membuat mereka bisa saling lebih dekat dan akrab satu sama lain. sehingga salah satu dari mereka yaitu Nur Aqmarina Gadis atau “lin lin na” meraih juara satu lomba menyanyi mahasiswa asing tingkat Asia pada event Guangxi University for Nationalities 2015.

     Sistem belajar di China hampir sama seperti di Indonesia, mahasiswa asing yang belajar di China tidak ada perlakuan khusus antara mahasiswa local dari China dengan mahasiswa asing dari Negara lain semua di sama ratakan untuk bisa saling berbaur,dan menghormati satu sama lain, “ Cara belajar kita di China itu dengan berbaur bersama mahasiswa lainnya, belajar dari buku dan dibantu juga oleh mahasiswa China dan mereka juga memaklumi kita sebagai mahasiswa asing. Belajar di China santai tapi ontime tidak ada selesai lebih awal atau dimulai lebih lambat dan ketika pembelajaran berlangsung ada jeda untuk istirahat yaitu di beri waktu 10 menit untuk refresh dengan memutar musik dan menonton video, setelah istirahat selesai pembelajaran dimulai kembali” ujar Medriani Eka Putrid (li ai li) dan Nur Aqmarina Gadis (lin lin na).

     Memiliki kesempatan yang tidak mudah dimiliki oleh orang lain itu sangat memberikan kesan dan pengalaman hidup bagi setiap orang, itu kata yang tepat bagi mereka yang telah belajar dan sekaligus mendapat dua gelar untuk dapat merasakan belajar di negeri tirai bambu.

“Mungkin dari hal-hal yang sederhana seperti kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, dari kita yang di Indonesia tidak bisa memasak sampai di China harus belajar mandiri masak sendiri hingga akhirnya kita terbiasa dan bisa, yang sebelumnya tidak pernah ikut organisasi dan ketika di China kita mulai tertarik dan ikut dalam organisasi itu memiliki kesan tersendiri” Ujar Dwi Kiki Adrianti mahasiswi asal Lampung.

“Banyak kegiatan, Ngumpul bareng mahasiswa berbeda Negara menghargai dan mengerti satu sama lain,dan mengenal budaya di China itu memiliki pengalaman yang orang lain belum tentu merasakannya” Ujar Ratih Purnama Sari atau yang memiliki nama panggilan di China “liu jia li”.

“Buat mengenal dunia yang lebih luas, kalau seandainya saya tidak mengunakan kesempatan ini, mungkin saya ga akan pernah bisa belajar di China dan kesempatan saya untuk belajar di luar negeri” Ujar Medriani Eka Putri mahasiswi kelahiran 18 November.

     Dari pengalaman sesorang kita bisa bercermin dari kesan seseorang kita bisa sedikit bahkan lebih merasakannya seperti itulah kita menghargai dan menikmati pengalaman orang lain, dapat belajar merasakan apa yang orang lain juga rasakan. Dari sini lah Universitas Ahmad Dahlan memberikan peluang dan kesempatan untuk mahasiswa-mahasiswanya untuk bisa belajar dan mengali informasi tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar Indonesia seperti halnya sebuah dalil “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”.

By:  SGS division (Social General Science)