FMI atau yang sering disebut dengan Forum  Manajemen Indonesia adalah forum yang terlahir dari inisiatif pendidikan tinggi negeri maupun swasta yang tersebar dari seluruh Indonesia, berinisiatif secara berkala bertemu dan berdiskusi demi saling menyamakan visi dalam rangka pengembangan ilmu manajemen. Pendirian Forum Manajemen Indonesia didirikan pada Tanggal 10 November 2008, dan telah disahkan dihadapan Notaris Widio Raharja, di Surabaya. Forum ini dibentuk juga karena sekarang ini banyak muncul isu – isu manajemen yang semakin actual dan berbobot pada masa sekarang ini menunjukan betapa pesatnya pertumbuhan ekonomi.

      Sabtu, 9 September 2017 Kegiatan tersebut diselenggrakan oleh FMI dan Universitas Ahmad Dahlan sebagai tuan rumah dari beberapa universitas  dengan program studi manajemen yang ada di wilayah DIY. Kegiatan  ini sebenarnya di koordinatori oleh bagian kurikulum tetapi tim kurikulum dari manajemen Universitas Ahmad Dahlan sendiri hari itu berhalangan hadir dan tidak dapat menghandle acara tersebut jadi digantikan oleh pengurus inti dari prodi manjemen .Untuk dosen manajemen Universitas Ahmad Dahlan sendiri memiliki perwakilan di FMI beliau adalah  Dr. Aftoni Sutanto, SE, MSi.  pengurus FMI korwil DIY. Beliau diamanatkan menjadi pengurus koordinasi bagian penilitian dan pengembangan sendiri. Pada forum komunikasi ini Kegitan FMI  semestinya akan diadakan secara rutin baik dalam bidang pendidikan maupun kurikulum terutama dalam bidang kurikulum yang sekarang ini akan menghadapi implementasi kurikulum KKNI. Forum kali ini menghadirkan Dr. Sutrisno (UII), Dr. Heru Tri Sutiono, M.Si. (UPN) sebagai Pemateri , Retno Widowati, P.A., M,Si., Ph,D. sebagai pemateri (UMY), Dr. Zaenal Arifin, M.si. (UII), Forum komunikasi ini dihadiri oleh ±40 peserta dari berbagai universitas meliputi Universitas Ahmad Dahlan sebagai tuan rumah, Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, Universitas Nahdatul Islam Ulama Jepara, Universitas sanata Dharma, Universitas Janabadra Yogyakarta, Universitah Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Widya Yogyakarta, STIE YKPN, Universitas STIE BBANK, Universitas Kristen Duta Wacana, STIE Widya Wiwaha, dan  Universitas Atmajaya.

       Bagi Program Studi Manejemen Universitas Ahmad Dahlan sendiri memang belum menerapkan kurikulum yang berbasis KKNI atau yang sering disebut Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia tetapi persiapan sudah matang walaupun belum 100% dapat dilihat dari mata kuliah, RPS, lulusan. Kesiapan dari prodi manjemen UAD sendiri di koordinatori oleh tim kurikulum yaitu  Ani Muttaqiyatun, S.E., M.Sc  dan Rikha Muftia Khoirunnisa, S.E., M.Sc harapannya dengan kegiatan tersebut semua prodi khususnya prodi manajemen yang ada diseluruh DIY ini mempunyai gambaran implementasi kurikulum berbasis KKNI dengan mudah, karena dipahami oleh sebagian besar prodi manajemen beranggapan bahwa kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dianggap sulit  sehingga baru beberapa program studi manajemen di DIY yang baru melaksanakan kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) padahal jumlah program studi manajemen di DIY relatife banyak. ”Dan insyaallah kurikulum berbasis  KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)  akan diterapkan di tahun 2018 karena di akhir tahun 2018  itu Program Studi Manajemen di seluruh Indonesia sudah harus menggunakan kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) tersebut. Karena dari pihak dikti (Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia) pihak dikti menetapkan bahwa kurikulum KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)  dijalankan paling akhir tahun 2018” ujar  Dr. Aftoni Sutanto, SE, MSi. selaku dosen Program Studi Manajemen Universitas Ahmad Dahlan dan juga pengurus FMI koordinator wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. {iis}

       Info lebih lanjut tentang FMI bisa langsung kunjungi link http://fmi.or.id/